Kamis, 02 Mei 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2#

TULISAN

PEREKONOMIAN INDONESIA

JAKARTA, KOMPAS.com — Perekonomian Indonesia tahun 2013 diyakini akan berkinerja amat baik oleh banyak pihak, khususnya otoritas ekonomi dan moneter. Sikap optimistis diperlihatkan oleh hampir semua pihak yang memublikasikan prakiraan ilmiah dan akademis.
Bahkan, pengamat yang cukup kritis atas beberapa aspek ekonomi sekalipun pada umumnya tetap menilai kondisi perekonomian nasional akan membaik dan stabil, terutama dilihat dari aspek makroekonomi.
Dalam satu bulan terakhir, beberapa prakiraan indikator ekonomi 2013 memang telah direvisi menjadi tak sebagus yang diutarakan pada bulan-bulan sebelumnya. Revisi yang penting di antaranya adalah berupa koreksi prakiraan angka pertumbuhan ekonomi.
Namun, tingkat pengoreksian terbilang kecil sehingga nuansa optimistis itu tetap bertahan. Indikator makroekonomi beserta alat analisis yang tersedia memang cukup mendukung adanya prakiraan perekonomian Indonesia tahun 2013 yang masih akan berkinerja bagus dan mengundang sikap optimistis otoritas ekonomi dan moneter.
Indikator dimaksud antara lain mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca pembayaran internasional, dan pengangguran, termasuk berbagai indikator rincian atau derivasinya. Hanya, ada aspek yang beberapa indikator dan dinamikanya cenderung ditafsirkan mendua. Padahal, pengaruhnya teramat besar.
Hal itu adalah kondisi perekonomian global, khususnya terkait dengan krisis keuangan Eropa dan isu pemulihan ekonomi Amerika Serikat.
Tiga sampai enam bulan lalu, pemulihan kondisi perekonomian global diyakini akan berjalan lancar. Dampak positifnya bagi Indonesia dianggap cukup signifikan sehingga prakiraan optimistis memiliki tambahan dasar argumen.
Sebulan terakhir ini ada koreksi dan penambahan bobot risiko atas krisis Eropa. Pemulihan ekonomi Amerika Serikat dinilai memerlukan waktu yang sedikit lebih lama.
Dampak krisis global
Seandainya pun Eropa belum bisa keluar dari krisis dan pemulihan ekonomi Amerika Serikat masih berjalan lambat, otoritas ekonomi Indonesia masih yakin akan aman dari dampak buruknya, terutama karena alasan masih kuatnya perekonomian (pasar) domestik dan hubungan yang lebih erat ke negara-negara Asia.
Bagaimanapun, argumen untuk optimistis menjadi sedikit berkurang, terutama dalam hal pertumbuhan ekonomi yang dianggap hanya akan meningkat setara dengan tahun 2012. Prakiraan ekonomi Indonesia 2013 yang dikeluarkan oleh BRIGHT Indonesia Institute di Jakarta, Senin (26/11/2012), mencoba memperluas perspektif dan memperpanjang horizon waktu analisis.
Menurut Lukman Hakim, Managing Director BRIGHT Indonesia Institute, cara pandang yang biasa dikemukakan oleh otoritas ekonomi tetap akan digunakan, tetapi hal-hal yang tersirat dari indikator juga akan dipertimbangkan. Adapun tambahan utama dalam perspektif adalah yang terkait dengan dinamika sosial politik dalam negeri.
Horizon waktu diperluas dengan menarik mundur beberapa tahun serta mencoba membuat pradugaan atas dinamika tahun berikut setelah 2013.
BRIGHT memaparkan prakiraan dengan nuansa yang tidak terlampau optimistis, tetapi juga tak bermaksud menyokong sikap pesimistis, tetapi lebih realistis.
Sebagian analisis yang bermuatan penilaian "kurang baik" lebih dimaksudkan bagi peringatan dini serta rekomendasi agar segera diantisipasi dengan kebijakan yang tepat dan cepat.
Jika harus dinyatakan dalam beberapa kalimat, Indonesia Economic Outlook 2013 ini akan berbunyi sebagai berikut: "Perekonomian Indonesia pada tahun 2013 masih akan memperlihatkan kinerja makroekonomi yang amat baik. Bahkan, termasuk di antara negara yang pertumbuhan ekonominya tertinggi. Namun, gejala pemburukan akan mulai segera terlihat yang jika tak terantisipasi berpeluang memperlambat atau bahkan menghentikan kecenderungan perbaikan selama beberapa tahun terakhir.
Kerentanan perekonomian global akan bisa menjadi gangguan yang serius dan pada akhirnya menyeret ekonomi nasional ke pusaran krisis pada 2014. Kemungkinan itu menjadi lebih terbuka karena adanya pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014 yang sedikit banyak melabilkan kondisi sosial politik yang berdampak pada dinamika ekonomi."
Awalil Rizky, peneliti senior BRIGHT Indonesia Institue, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 diperkirakan bertengger di level 5,9 persen, inflasi di kisaran 5 persen. Neraca pembayaran internasional akan defisit sekitar 3 miliar dollar AS sampai 5 miliar dollar AS, kurs rupiah terhadap dollar AS secara rata-rata Rp 9.800, angka pengangguran terbuka hanya akan sedikit menurun di tingkat 6 persen.

SILSILAH GUNADARMA
ARTI  LAMBANG  GUNADARMA
Tangkai obor berdiri tegak: Melambangkan keteguhan hati untuk menyumbangkan dharma bakti kepada nusa dan bangsa. Cawan obor yang melebar dan cekung: Adalah wadah dari ilmu pengtahuan yang luas dan mendalam. Kobaran api yang kuning keemasan: Menunjukan semangat juang yang tak pernah padam dalam menuntut ilmu dan menyumbangkannya kepada masyarakat. Bentuk lingkaran yang berwarna ungu: Adalah suatu bentuk yang geometris yang member cirri paa ilmu pengetahuan yang ditekuni dan dikembangkan. Bingkai segi lima: Menyatakan bahwa universitas gunadarma berazaskan pancaila.
VISI dan MISI dan TUJUAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Visi
Pada tahun 2012 Universitas Gunadarma menjadi Universitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia yang kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diakui (recognized), baik di tingkat regional maupun internasional
Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. 2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian yang bertaraf internasional dan bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia. 3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai ujud pengejawantahan tanggung jawab sosial institusi (university social responsibility). 4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pelbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri. 5. Mengembangkan organisasi institusi dalam rangka merespon pelbagai perubahan yang terjadi.
Tujuan
Menjadikan program studi yang ada sebagai program pendidikan unggulan masa depanyangberbasiskan tekhnologi informasi dan mampu menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang relevan dengan tuntutan kebutuhan pembangunan bangsa dan Negara.
SEJARAH SINGKAT UNIVERSITAS GUNADARMA
Pada 7 Agustus 1981 berdiri Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) di Jakarta yang tiga tahun kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 13 Januari 1990, berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma (STIE Gunadarma). Pada tahun 1993, STMIK dan STIE membuka Program Magister dengan konsentrasi Manajemen Sistem Informasi untuk STMIK serta Magister Manajemen untuk STIE. Selanjutnya, melalui S.K. Dirjen DIKTI No.92/Kep/Dikti/1996 tertanggal 3 April 1996, STMIK dan STIE Gunadarma melebur menjadi UNIVERSITAS GUNADARMA bersama dengan empat fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra. Membuka milenium baru, Universitas Gunadarma membuka Program Doktor Ilmu Ekonomi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 55/DIKTI/2000 yang diikuti dengan pembukaan Program Doktor Teknologi Informasi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 3716/P/T/2002. Setelah melalui perjuangan panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, Universitas Gunadama telah menjelma menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia. Pengalaman selama 25 tahun yang diiringi pengabdian dan dedikasi tenaga pengajar; komitmen yayasan dan pimpinan; pengadaan fasilitas pembelajaran serta kepercayaan masyarakat, Universitas Gunadarma terus berupaya menghasilkan lulusan yang berguna dan bisa mendarmabaktikan kompetensinya demi membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Beberapa tonggak historis Universitas Gunadarma dalam kurun waktu seperempat abad disajikan dalam Tabel 1.1. Tabel 1.1. Tonggak Historis Universitas Gunadarma No. Hari Tanggal Peristiwa 1. Jumat 7 Agustus 1981 Pendirian Pusat Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) 2. Senin 10 Agustus 1981 Kuliah perdana mahasiswa PPIK 3. Jumat 9 September 1983 PPIK diubah status dan namanya menjadi Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI) 4. Senin 9 Juli 1984 Nama Yayasan Pendidikan Gunadarma dicanangkan 5. Selasa 10 Juli 1984 ASKI diubah status dam namanya menjadi Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG) 6. Selasa 14 Agustus 1984 Ijin Operasional Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG) diperoleh 7. Jumat 28 September 1984 Wisuda Sarjana Muda pertama 8. Sabtu 9 Maret 1985 Peletakan batu pertama pembangunan Kampus D 9. Sabtu 5 Oktober 1985 STKG yang berubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma memeroleh status “Terdaftar“ 10. Senin 5 Januari 1987 Peresmian penggunaan Kampus D 11. Selasa 13 Januari 1987 Sidang Sarjana (S1) pertama 12. Sabtu 24 Januari 1987 Wisuda Sarjana (S1) pertama 13. Selasa 16 Juni 1987 Ujian Negara Cicilan pertama 14. Senin 4 Januari 1988 Program Studi Manajemen Informasi (MI) dan Teknik Komputer (TK) memeroleh status “Diakui” 15. Selasa 4 Juli 1989 Program Studi Teknik Informatika (TI) dibuka 16. Sabtu 12 Agustus 1989 Program Studi Manajemen Informasi (MI) dan Teknik Komputer (TK) memeroleh status “Disamakan” 17. Kamis 7 September 1989 Program Studi Teknik Informatika (TI) memeroleh status “Terdaftar” 18. Sabtu 13 Januari 1990 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) berdiri 19. Kamis 8 Feuari 1990 Peresmian penggunaan Kampus Salemba 53 20. Kamis 16 Juni 1990 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) memeroleh status “Terdaftar” 21. Kamis 28 Maret 1991 Peletakan batu pertama pembangunan Kampus E 22. Rabu 19 Juni 1991 Program Studi Teknik Informatika (TI) memeroleh status “Diakui” 23. Selasa 17 September 1991 Peresmian penggunaan Kampus E 24. Kamis 20 Feuari 1992 Program Studi Teknologi Informasi (TI) memeroleh status “Disamakan” 25. Senin 10 Mei 1993 Program Magister Manajemen dan Magister Manajemen Sistem Informasi dibuka 26. Jumat 24 September 1993 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) memeroleh status “Disamakan” 27. Rabu 3 April 1996 Universitas Gunadarma (UG) berdiri 28. Selasa 11 Agustus 1998 Program Studi Teknik Informatika (S1) memeroleh peringkat akreditasi A dari BAN-PT 29. Selasa 3 Agustus 1999 Program Magister Teknik Elektro dibuka 30. Jumat 10 Maret 2000 Program Doktor Ilmu Ekonomi dibuka 31. Rabu 22 Mei 2002 Program Magíster Sastra, Magíster Psikologi, dan Magíster Sipil dibuka 32 Senin 17 Juni 2004 Program D3 Kebidanan dibuka 33. Kamis 13 September 2004 Peresmian penggunaan Kampus J Keberadaan dan perkembangan Universitas Gunadarma sampai saat ini merupakan keberhasilan penerapan prinsip otonomi perguruan tinggi di tingkat institusi. Prinsip otonomi ini menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Universitas Gunadarma dengan tetap mengikuti perkembangan eksternal, khususnya kebijakan, peraturan dan perundangan yang berlaku. Selain itu, perjalanan yang relatif panjang tersebut juga menunjukkan kepemimpinan yang teruji dan luwes dalam menghadapi berbagai perubahan dan kebijakan yang terkait dalam pengelolaan perguruan tinggi. Kepemimpinan dan sistem pengelolaannya mengacu kepada tata kelola universitas yang baik (good university governance) yang telah ditetapkan. Info lebih lanjut, silakan kunjungi website www.gunadarma.ac.id

Tugas Bahasa Indonesia 2#

 BAHASA INDONESIA 2#

pert-2


TUGAS

LANGKAH – LANGKAH PENULISAN ILMIAH
            Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah;


1.         Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah

            Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;
a.    Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya.
b.    Menentukan Topik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.
c.    Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran.
2.         Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah

            Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.


3.         Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.
Tahapan-tahapan penulisan Karangan Ilmiah :
1.Pemilihan Topik
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik adalah:
a.Area Topik
Area topik memuat cakupan masalah yang akan diangkat dalam penulisan karya tulis ilmiah. Topik lebih luas daripada judul, karena topik mencakup isi pokok dan area yang akan dibahas dan ditulis.
b.Keterbatasan
Keterbatasan yang sering ditemui dalam pemilihan topik, seringkali adalah keterbatasan yang disesuaikan dengan: minat, kemampuan dilaksanakan, kemudahan dilaksanakan,  kemudahan dibuat menjadi masalah yang lebih luas, dan  manfaat.
 2.Pengumpulan Informasi
Prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengumpulan informasi adalah:
a.Evaluasi instrumen, untuk mendapatkan data yang lebuh akurat dan konsisten. Evaluasi instrumen dilakukan dengan uji coba pengumpulan data dengan instrumen yang telah dibuat. Hasil uji coba akan diketahui melalui pengujian validitas dan reliabilitas.
b.Evaluasi terhadap sumber, untuk mempertanggungjawabkan data.
Penulis harus menentukan apakah data yang diperlukan dalam menulis karya tulis ilmiah berupa data primer, sekunder atau gabungan dari keduanya.
c.Pembuatan catatan, untuk memudahkan pencatatan dan pencarian kembali informasi yang telah dicatat. Catatan dapat dibuat dengan penggunaan kartu informasi, pembuatan sistem penulisan untuk menghubungan kartu informasi dengan daftar pustaka, serta pemilihan bentuk kutipan.
3. Survei Lapangan
Melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian
4. Menyusun Hipotesis
Menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian
5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut.
6. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
7. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap obyek penelitian
8. Penulisan Naskah
Langkah-langkah penulisan karya tulis ilmiah terdiri atas:

a)persiapan naskah pertama,
b)revisi naskah,
c)persiapan format,
d)editing akhir, dan
e) koreksi akhir (proof reading).
Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi ini bertujuan untuk memeriksa kembali tulisan yang telah jadi ataupun memperbaiki berbagai kesalahan dan kekurangan dalam karya tulis. Hal yang harus menjadi perhatian diantaranya: isi artikel, sistematika penyajian dan bahasa yang digunakan.

BERSIKAP ILMIAH
            Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula, peneliti harus memiliki sifat-sifat berikut ini.  
1 . Mampu Membedakan Fakta dan Opini 
Fakta adalah suatu kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sedangkan opini adalah pendapat pribadi dari seseorang yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga di dalam melakukan studi kepustakaan, seorang peneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opini agar hasil penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.  
2. Berani dan Santun dalam Mengajukan Pertanyaan dan Argumentasi 
Peneliti yang baik selalu mengedepankan sifat rendah hati ketika berada dalam satu ruang dengan orang lain. Begitu juga pada saat bertanya, berargumentasi, atau mempertahankan hasil penelitiannya akan senantiasa menjunjung tinggi sopan santun dan menghindari perdebatan secara emosi. Kepala tetap dingin, tetapi tetap berani mempertahankan kebenaran yang diyakininya karena yakin bahwa pendapatnya sudah dilengkapi dengan fakta yang jelas sumbernya.  
3 . Mengembangkan Keingintahuan 
Peneliti yang baik senantiasa haus menuntut ilmu, ia selalu berusaha memperluas pengetahuan dan wawasannya, tidak ingin ketinggalan informasi di segala bidang, dan selalu berusaha mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih dan modern.  
4 . Kepedulian terhadap Lingkungan 
Dalam melakukan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduli terhadap lingkungannya dan selalu berusaha agar penelitian yang dilakukannya membawa dampak yang positif bagi lingkungan dan bukan sebaliknya, yaitu justru merusak lingkungan. Semua usaha dilakukan untuk melestarikan lingkungan agar bermanfaat bagi generasi selanjutnya. 
5 . Berpendapat secara Ilmiah dan Kritis 
Pendapat seorang peneliti yang baik selalu bersifat ilmiah dan tidak mengada-ada tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, peneliti juga harus kritis terhadap permasalahan yang terjadi dan berkembang di sekitarnya.  
6 . Berani Mengusulkan Perbaikan atas Suatu Kondisi dan Bertanggung Jawab terhadap Usulannya 
Peneliti yang baik senantiasa berani dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi yang harus dihadapinya jika sudah mengusulkan sesuatu. Usulan tersebut selalu diembannya dengan baik dan dilaksanakan semaksimal mungkin, kemudian diwujudkannya dalam bentuk nyata sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain.  
7 . Bekerja Sama 
Dalam kehidupan sehari-hari, peneliti yang baik mampu bekerja sama dengan orang lain dan tidak individualis atau mementingkan diri sendiri. Ia meyakini bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain sehingga keberadaannya senantiasa diharapkan oleh orang lain.  
8 . Jujur terhadap Fakta 
Peneliti yang baik harus jujur terhadap fakta dan tidak boleh memanipulasi fakta demi kepentingan penelitiannya karena penelitian yang baik harus berlandaskan pada studi kepustakaan yang benar agar kelak jika orang lain melakukan penelitian yang sama, didapatkan hasil yang sama pula. Apa pun fakta yang diperolehnya, ia harus yakin bahwa itulah yang sebenarnya.  
9 . Tekun 
Sebuah penelitian kadang kala memerlukan waktu yang pendek untuk menghasilkan sebuah teori, tetapi kadang kala memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun. Seorang peneliti yang baik harus tekun dalam penelitian yang dilakukannya, tidak boleh malas, mudah jenuh, dan ceroboh, juga harus rajin, bersemangat, serta tidak mudah putus asa. Dengan demikian, ia akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Rabu, 27 Maret 2013

Tugas Bapak Prihantoro


Komputerisasi Lembaga Keuangan Perbankan

Bank membuka perusahaan baru yang bernama PT. ABC, PT. ABC melakukan kerjasama dengan AHM , perusahaan AHM tidak ingin mengalami kerugian dan mengajak perusahaan asuransi bernama ABC. Perjanjian terjadi antara ABC dengan Bank , premi Rp20.000 ( yang bank harus bayar ke ABC ), UP Rp20jt ( yang ABC harus bayar ke bank ), merasa keberatan maka ABC mengajak kerjasama KLM, dengan syarat premi Rp20.000, UP Rp20jt, untuk arus keuangan diluar negeri perusahaan KLM bisa mengajak DEF bekerjasama  yang dinamakan retrogasi dengan syarat premi Rp60.000 dan UP Rp60jt. Lalu perusahaan XYZ membentuk perusahaan kecil yang dinamakan XY, XZ, YZ dengan masing-masing saham 20%,. finally, PT.XYZ menguasai banyak saham dari Bank SITI.

Kamis, 19 April 2012

struktur organisasi (keorganisasian)


Definisi dan Pengertian Organisasi

1. Organisasi Menurut Stoner
    Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah  pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

2. Organisasi Menurut James D. Mooney
    Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
    Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Pengertian organisasi

    Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Pengorganisasian.

     Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Pengertian Struktur Organisasi

      Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi).

Selasa, 10 April 2012

Perilaku Keorganisasian

                                        KONFLIK


 Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.  Ada juga yang megatakan bahwa konflik berasal dari bahasa Inggris “conflict.”
Adapun sinonim (persamaan arti) daripada konflik yaitu: tawuran, pertikaian, sengketa, pertengkaran, konfrontasi dan pertentangan



Dari pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa konflik sangat luas maknanya.  Ia telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak manusia ada di dunia.  Dalam sejarah umat manusia, konflik pertama terjadi antara dua putera Nabi Adam yaitu  Kabil dan Habil, ketika keduanya berkurban. Akan tetapi, kurban Habil yang dilandasi takwa diterima oleh Allah, sementara kurban Kabil ditolak, kemudian dia melampiaskan kemarahan dengan membunuh Habil, walaupun Habil sudah menasehatinya bahwa yang bersalah adalah Kabil karena berkurban tanpa dilandasi ikhlas dan takwa
                             




Dampak Konflik terhadap manajemen

Konflik dapat berdampak positif dan negatif yang rinciannya adalah sebagai berikut :

1. Dampak Positif Konflik

Menurut Wijono (1993:3), bila upaya penanganan dan pengelolaan konflik karyawan dilakukan secara efisien dan efektif maka dampak positif akan muncul melalui perilaku yang dinampakkan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia potensial dengan berbagai akibat seperti:
1. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja, seperti hampir tidak pernah ada karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas, masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya, pada waktu jam kerja setiap karyawan menggunakan waktu secara efektif, hasil kerja meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.
2. Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif. Hal ini terlihat dari cara pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan analisis pekerjaan masing-masing.
3. Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, seperti terlihat dalam upaya peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, kejujuran, inisiatif dan kreativitas.
4. Semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat. Hal ini karena karyawan memperoleh perasaan-perasaan aman, kepercayaan diri, penghargaan dalam keberhasilan kerjanya atau bahkan bisa mengembangkan karier dan potensi dirinya secara optimal.
5. Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya sesuai dengan potensinya melalui pelayanan pendidikan (education), pelatihan (training) dan konseling (counseling) dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Semua ini bisa menjadikan tujuan organisasi tercapai dan produktivitas kerja meningkat akhirnya kesejahteraan karyawan terjamin.

2. Dampak Negatif Konflik
Dampak negatif konflik (Wijono, 1993, p.2), sesungguhnya disebabkan oleh kurang efektif dalam pengelolaannya yaitu ada kecenderungan untuk membiarkan konflik tumbuh subur dan menghindari terjadinya konflik. Akibatnya muncul keadaan-keadaan sebagai berikut:
1. Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir pada waktu jam-jam kerja berlangsung seperti misalnya ngobrol berjam-jam sambil mendengarkan sandiwara radio, berjalan mondar-mandir menyibukkan diri, tidur selama pimpinan tidak ada di tempat, pulang lebih awal atau datang terlambat dengan berbagai alasan yang tak jelas.
2. Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab.
Seringnya terjadi perselisihan antar karyawan yang bisa memancing kemarahan, ketersinggungan yang akhirnya dapat mempengaruhi pekerjaan, kondisi psikis dan keluarganya.
3. Banyak karyawan yang sakit-sakitan, sulit untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, muncul perasaan-perasaan kurang aman, merasa tertolak oleh teman ataupun atasan, merasa tidak dihargai hasil pekerjaannya, timbul stres yang berkepanjangan yang bisa berakibat sakit tekanan darah tinggi, maag ataupun yang lainnya.
4. Seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, misalnya mengadakan sabotase terhadap jalannya produksi, dengan cara merusak mesin-mesin atau peralatan kerja, mengadakan provokasi terhadap rekan kerja, membuat intrik-intrik yang merugikan orang lain.
5. Meningkatnya kecenderungan karyawan yang keluar masuk dan ini disebut labor turn-over. Kondisi semacam ini bisa menghambat kelancaran dan kestabilan organisasi secara menyeluruh karena produksi bisa macet, kehilangan karyawan potensial, waktu tersita hanya untuk kegiatan seleksi dan memberikan latihan dan dapat muncul pemborosan dalam cost benefit.

Konflik yang tidak terselesaikan dapat merusak lingkungan kerja sekaligus orang-orang di dalamnya, oleh karena itu konflik harus mendapat perhatian. Jika tidak, maka seorang manajer akan terjebak pada hal-hal seperti:
1. Kehilangan karyawan yang berharga dan memiliki keahlian teknis. Dapat saja mereka mengundurkan diri. Manajer harus menugaskan mereka kembali, dan contoh yang paling buruk adalah karena mungkin Manajer harus memecat mereka.
2. Menahan atau mengubah informasi yang diperlukan rekan-rekan sekerja yang lurus hati agar tetap dapat mencapai prestasi.
3. Keputusan yang lebih buruk yang diambil oleh perseorangan atau tim karena mereka sibuk memusatkan perhatian pada orangnya, bukan pada masalahnya.
4. Kemungkinan sabotase terhadap pekerjaan atau peralatan. Seringkali dimaklumi sebagai faktor “kecelakaan” atau “lupa”. Namun, dapat membuat pengeluaran yang diakibatkan tak terhitung banyaknya.
5. Sabotase terhadap hubungan pribadi dan reputasi anggota tim melalui gosip dan kabar burung. Segera setelah orang tidak memusatkan perhatian pada tujuan perubahan, tetapi pada masalah emosi dan pribadi, maka perhatian mereka akan terus terpusatkan ke sana.
6. Menurunkan moral, semangat, dan motivasi kerja. Seorang karyawan yang jengkel dan merasa ada yang berbuat salah kepadanya tidak lama kemudian dapat meracuni seluruh anggota tim. Bila semangat sudah berkurang, manajer akan sulit sekali mengobarkannya kembali.
7. Masalah yang berkaitan dengan stres. Ada bermacam-macam, mulai dari efisiensi yang berkurang sampai kebiasaan membolos kerja. (Stevenin,2000 : 131-132).

Sumber terjadinya konflik antara kelompok
Konflik bisa timbul kapan saja dengan berbagai macam penyebab yang kadang-kadang bisa sepele.   Oleh karena itu, penyebab konflik bisa disebabkan:
1.     Perbedaan pendirian dan perasaan,
2.     Perbedaan latar belakang budaya,
3.     Perbedaan kepentingan individu dan kelompok
4.     Perubahan nilai yang cepat dan mendadak
Adapun jenis-jenis konflik menurut dahrendorft yaitu:
1.     Konflik antara atau dalam peran sosial,
2.     Konflik antar kelompok-kelompok sosial
3.     Konflik kelompok terorganisasi dan tidak terorganisasi
4.     Konflik antar satuan nasional (kampanye dan perang saudara)
5.     Konflik antar atau tidak antar agama
Sedangkan akibat konflik
1.     Meningkatkan solidaritas sesama (ingroup)
2.     Keretakan hubunagn antar kelompok yang bertikai
3.     Perubahan kepribadian pada individu misalnya timbul rasa dendam, benci dan saling curiga
4.     Kerusakan harta benda dan kehilangan nyawa
5.     Dominasi bahkan penaklukan salah satu fihak yang terlibat dalam konflik.
6.     Pertama-tama, penting untuk mengakui bahwa ada dua jenis konflik
Kosekuensi konflik dispungsional antar kelompok
, fungsional dan disfungsional. Konflik fungsional ada ketika konflik mendukung tujuan kelompok kerja, departemen, organisasi atau komunitas. Hal ini dapat memiliki dampak yang sangat positif pada kualitas kerja dan produktivitas, dan meningkatkan kinerja kelompok secara keseluruhan. Itu karena melibatkan orang-orang yang benar-benar tertarik dalam memecahkan masalah, yang bersedia untuk mendengarkan satu sama lain, dan yang mencoba untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Karena pihak yang berkonflik bersedia bekerja sama untuk menangani masalah di tangan, konflik fungsional dapat membawa ide-ide yang beragam dan gaya (dan menghilangkan "groupthink"), menyebabkan pertimbangan lebih banyak pilihan, mengembangkan kreativitas dalam proses pemecahan masalah, membuat orang tertarik dalam menangani masalah di tangan, dan akhirnya menyebabkan keputusan yang lebih efektif.


Konflik disfungsional
Di sisi lain, konflik disfungsional terdiri dari perselisihan, perbedaan pendapat dan konflik yang menghambat kinerja kelompok. Jenis konflik (yang sayangnya, adalah jauh lebih umum) biasanya melibatkan orang yang tidak bersedia bekerja sama untuk menghasilkan solusi yang saling menguntungkan. Sering kali, konflik jenis ini menjadi personal. Orang bisa tumbuh untuk tidak menyukai satu sama lain, dan bahkan jika konflik itu sangat kecil untuk memulai dengan, dapat tumbuh sangat cepat. Itulah mengapa sangat penting untuk menangani konflik secepat mereka muncul. Konflik disfungsional dapat membawa hasil negatif banyak dalam suatu organisasi atau masyarakat termasuk penurunan kualitas komunikasi, ketidakpuasan, hubungan yang rusak, penurunan produktivitas, kekompakan kelompok berkurang dan kinerja, dan ketidakmampuan untuk mencapai tujuan
Pengelompokan Konflik Antar Kelompok

Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menebang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan.

Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.




Mengapa konflik timbul
Konflik di dalam kelompok biasanya disebabkan oleh :
a. kurangnya komunikasi antar kelompok
b. Perbedaan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas.
c. Perbedaan kepentingan antar sesama anggota kelompok.
d. Berbedanya informasi yang diterima oleh anggota kelompok mengenai suatu persoalan.
 
Cara mengatasi konflik
          1. Menghindar diri
          2. Difusi
          3. Konfrontasi (pertentangan)
          4. Buatlah pilihan terbaik
          5. Pikir sesuatu terlebih dahulu
  • Santai
  • Timbul kepasan diri
  • Streotype positif terhadp kelompok sendiri
  • Sterotype negatif terhadap kelompok lain
  • Konsolidasi semakin kuat

Bagi kelompok yang kalah dalam konflik akan berdampak pada:
  • Mencari alasan kenapa kalah
  • Ketegangan meningkat
  • Kelompok bekerja lebih keras
  • Melakukan recovery
  • Mencari kambing hitam atas kekalahan
  • Konformitas menurun
  • Menggantikan pemimpin
  • Belajar lebih banyak